Sunday, 19 February 2012

UCAPAN HAPPY NATAL OR SELAMAT TAHUN BARU CINA KEPADA ORANG KAFIR

Yusuf : Bagaimana natalmu ?

Josef : Baik,tidakkah engkau mengucapkan selamat natal padaku ?

Yusuf : Tidak, agama kami menghargai toleransi antara agama, termasuk agamamu, Tapi masalah ini, Agama saya melarangnya.

Josef : tapi kenapa, bukankah hanya sekedar kata2 ? Teman muslimku yg lain, Mengucapkannya padaku ?

Yusuf : Mungkin mereka belum mengetahuianya, Josef, Kau boleh Mengucapkan dua kalimat Syahadat ?

Josef : Oh tidak, saya tidak boleh mengucapkannya... Itu akan mengganggu kepercayaan saya...

Yusuf : Kenapa ? Bukankah hanya Kata2 ? ucapkanlah Happy ...

Josef ; sekarang , baru saya faham...













Ulama' Sepakat: Haram Mengucapkan Selamat Natal
Sebagaimana dari Ibnul Qayyim dalam bukunya Ahkam Ahlu Dzimmah:

”Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini boleh selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.

Banyak orang yang kurang faham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui keburukan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.”[24]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ’Utsaimin mengatakan, ”Ucapan selamat hari natal atau ucapan selamat lainnya yang berkaitan dengan agama kepada orang kafir adalah haram berdasarkan kesepakatan para ulama.”[25]


Sesungguhnya umat Kristiani telah berlaku lancang kepada Allah dengan menuduh-Nya telah mengangkat seorang hamba dan utusan-Nya sebagai anak-Nya yang mewarisi sifat-sifat-Nya. Kerana ucapan mereka ini, hampir-hampir langit dan bumi pecah kerananya.


"Dan mereka berkata: 'Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak'. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (QS. Maryam: 88-93)

Haramnya mengucapkan selamat kepada kaum kuffar sehubungan dengan hari raya agama mereka, sebagaimana dipaparkan oleh Ibnul Qayyim, karena dalam hal ini terkandung pengakuan terhadap simbol-simbol kekufuran dan rela terhadap hal itu pada mereka walaupun tidak rela hal itu pada dirinya sendiri. Kendati demikian, seorang muslim diharamkan untuk rela terhadap simbol-simbol kekufuran atau mengucapkan selamat terhadap simbol-simbol tersebut atau lainnya, kerana Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak meredainya, sebagaimana firmanNya.

"Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meredai kekafiran bagi hambaNya; dan jika kamu bersyukur, nescaya Dia meredai bagimu kesyukuranmu itu." [Az-Zumar: 7]

Dalam ayat lain disebutkan,
“Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuredai Islam itu jadi agamamu " [Al-Ma'idah : 3]
.
Maka, mengucapkan selamat kepada mereka hukumnya haram, baik itu ikut serta dalam pelaksanaannya mahupun tidak.

 Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka kepada kita, hendaknya kita tidak menjawabnya, kerana itu bukan hari raya kita, bahkan hari raya itu tidak diredai Allah SWT, baik itu merupakan bid'ah atau memang ditetapkan dalam agama mereka. Namun sesungguhnya itu telah dihapus dengan datangnya agama Islam, yaitu ketika Allah mengutus Muhammad SAW untuk semua makhluk, Allah telah berfirman,

"Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi. " [Ali Imran : 85)]

Maka,haram hukumnya seorang muslim membalas ucapan selamat dari mereka, kerana ini lebih besar dari mengucapkan selamat kepada mereka,dan bererti ikut serta dalam perayaan mereka

No comments:

Post a Comment